Informasi seputar Kabupaten Wonosobo, Kecamatan Sukoharjo, Catatan Lintang Ayu, Jelita Aristawati, download gratis,software gratis, tutorial blogspot, tutorial wordpress, tutorial adobe photoshop, tutorial coreldraw,Aplikasi HP,Mobiles games, aplikasi symbian,Java game

Tampilkan postingan dengan label wonosobo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wonosobo. Tampilkan semua postingan

Kecamatan Sukoharjo Andalan Pertanian di Wonosobo

salak pondoh
Sukoharjo dan Kalibawang boleh dibilang merupakan wilayah kecamatan yang relatif masih baru di Kabupaten Wonosobo di antara 12 kecamatan lain yang lebih dulu ada. Tetapi meskipun masih tergolong baru, perkembangannya cukup pesat, terutama dalam bidang pendidikan dan pertanian.

Kecamatan Sukoharjo berdiri 18 Juli 2001 sedang Kecamatan Kalibawang lahir dua tahun berikutnya, tepatnya 19 Juli 2003. Hingga kini Sukoharjo terhitung hampir berumur 12 tahun dan Kalibawang menapak usia 10 tahun.

Setiap 18 dan 19 Juli, dua kecamatan tersebut menggelar perhelatan hari jadi. Berbagai acara digeber di sana. Dari acara selamatan, pesta rakyat, pemeran potensi daerah hingga pertunjukan kesenian lokal.

Dalam peringatan hari jadinya, Sukoharjo pernah mencatat rekor MURI dengan membikin dodol salak pondoh terpanjang di Indonesia. Dodol dibungkus dalam plastik dan mencapai panjang hingga 500 meter.

Wilayah Terpencil Pemekaran dua wilayah Kecamatan Sukoharjo dan Kalibawang merupakan langkah yang tepat. Sebab, sebelumnya, desa-desa di dua kecamatan tersebut merupakan daerah terpencil, yang jauh dari akses pembangunan dan riuh-rendah keramaian kota.

Dulu 17 desa yang kini masuk di wilayah Kecamatan Sukoharjo, ikut Kecamatan Leksono. Jarak tempuh desa-desa tersebut dengan kecamatan lama cukup jauh, mencapai puluhan kilometer. Kini setelah ada kecamatan baru, jaraknya menjadi lebih dekat.

Sebelum ada pemekaran kecamatan, infrastruktur yang ada, berupa jalan, listrik, sarana kesehatan dan pendidikan sangat memprihatinkan.

Jalan masih sempit dan berupa tanah. Kondisi jalan yang tidak memenuhi syarat, tentu memengaruhi gerak ekonomi warga setempat. Saat ini sebagian jalan sudak diaspal (hotmix) , meskipun ada sebagian wilayah yang rusak berat dan terkesan diabaikan oleh yan berwenang dam pembangunan infrastruktur.

Semangat anak-anak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi juga rendah.

Kalaupun ada anak-anak yang terpaksa harus melanjutkan sekolah SMP hingga SMA musti berjalan kaki cukup jauh. Ini tentu sangat mempengaruhi tersedianya SDM di desa yang mumpuni.

Pusat Kesehatan Desa (PKD) di desa-desa juga belum ada. Maka wajar jika kesadaran warga menyangkut masalah kesehatan masih lemah.

Jika ada warga yang hendak dirawat di rumah sakit, harus ditandu dan melawati jalan tanah naik turun.
Kondisi tak jauh beda dialami warga Kalibawang.

Sebelum lahir kecamatan baru, 8 desa yang kini masuk wilayah kecamatan Kalibawang merupakan desa yang masuk di tiga kecamatan lama yakni Kaliwiro, Sapuran dan Kepil.

Pembentukan dua kecamatan baru sangat membantu aktivitas warga. Pasalnya, pelayanan administrasi kependudukan menjadi kian dekat. Anak-anak yang mau melanjutkan sekolah juga tidak perlu jauh-jauh ke Wonosobo.

Banyak Potensi Sebelum dibentuk kecamatan baru, Sukoharjo dan Kalibawang kerap dipandang sebelah mata. Sebagai daerah terpencil dan tak punya potensi yang diandalkan. SDM masyarakat setempat juga dianggap rendah.

Seiring berjalannya waktu, kini semua telah berubah. Sukoharjo yang dulu daerah terisolir dan tak punya potensi, saat ini telah disulap menjadi daerah andalan pertanian di Wonosobo.

Hal itu terjadi, sejak dibentuk kecamatan baru, ternyata semangat warga untuk membangun dan memberdayakan daerahnya sangat tinggi. Lahan-lahan yang dulu hanya ditanami ketela, telah dialihubah menjadi lahan buah-buahan.

Sukoharjo pun lambat laun menjadi daerah yang tersohor sebagai sentra salak pondoh, pisang, durian, petai dan nangka di Wonosobo. Bahkan karena potensinya, oleh Pemkab Wonosobo, Sukoharjo ditetapkan sebagai kawasan agropolitan Rojonoto.

Masuk dalam kawasan agropolitan Rojonoto karena Sukoharjo terhitung sebagai basis aneka produk pertanian unggulan di Wonosobo bersama kecamatan Kaliwiro, Leksono dan Selomerto.

Jika orang bilang salak pondoh di Wonosobo, sudah tentu kiblatnya pasti ke Sukoharjo.

Bahkan belakangan ini, warga Sukoharjo sudah mulai melakukan inovasi baru terkait pengolahan hasil pertanian, yakni dengan memproduksi dodol, sirup dan keripik salak pondoh.

Seolah tak mau kalah, Kalibawang bersicepat lari dari ketertinggalannya. Semangat warga Kalibawang membudiayakan vanili, cabe, kelapa, kayu albasia dan tanaman kopi, sebagai potensi pertanian di sana patut dicontoh.

Apalagi, dari tahun ke tahun, harga komoditas pertanian tersebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Produk industri rumahan gula aren oleh warga Mergolangu Kalibawang perlu terus dikembangkan.

Mengingat gula aren termasuk langka, karena tidak setiap daerah bisa memproduksi.

Kini seolah-olah Sukoharjo dan Kalibawang tengah bangkit menjadi daerah Agropolitan.
Joko Catur wonosobo

Peta Kabupaten Wonosobo

Ini adalah peta Wonosobo. Peta Kabupaten Wonosobo diambil dari http://www.jawatengah.go.id/
Peta Kabupaten Wonosobo,Kabupaten Wonosobo,wonosoboKetarangan Peta
Kode Wilayah : 33.07
Jumlah Penduduk : 790.165 jiwa
Luas Wilayah : 987,84 Km2
Jumlah Kecamatan : 15
Jumlah Kelurahan : 28
Jumlah Desa : 236


Kabupaten Wonosobo (tempat saya dilahirkan dan dibesarkan ), kota yang terletak di tengah-tengah Jawa Tengah…

Kota yang berada di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing serta Dataran Tinggi Dieng ini memiliki pesona alam yang luar biasa, indah dan hawa yang dingin adalah salah satu ciri khas dari Wonosobo.

Kabupaten Wonosobo memiliki 13 kecamatan ( dulu ), yaitu :

  • Kepil
  • Sapuran
  • Kaliwiro
  • Leksono
  • Selomerto
  • Kalikajar
  • Kertek
  • Wonosobo
  • Watumalang
  • Mojotengah
  • Garung
  • Kejajar
Karena pemekaran wilayah, sekarang(September 2009) menjadi 15 kecamatan, yaitu :
1. Wadaslintang
2. Kepil
3. Sapuran
4. Kaliwiro
5. Leksono
6. Selomerto
7. Kalikajar
8. Kertek
9. Wonosobo
10. Watumalang
11. Mojotengah
12. Garung
13. Kejajar
14. Sukoharjo
15. Kalibawang

Batas Wilayah :
Utara : Kabupaten Kendal dan Kabupaten Batang
Selatan : Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo
Barat : Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Kebumen
Timur : Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang

Dan bagi siapa saja yang pernah berkunjung ke Wonosobo tentunya sudah pernah menikmati makanan khas Wonosobo yaitu, mie ongklok dan karika.
Lokasi-lokasi wisata yang dimiliki kota Wonosobo, antara lain :

  • Dieng Plateu
  • Telaga Menjer
  • Air Terjun Sikarim
  • Pemandian Kalianget
  • Telaga Bedakah
  • Sendang Surodilogo
  • Kledung Pass
  • Air Terjun Winong
  • Waduk Wadas Lintang, dll

Masih banyak lagi lokasi-lokasi indah yang belum di olah, yang tentunya tidak kalah indah pesonanya.

Tentunya tidak asik kalau postingan ini tidak dilengkapi dengan gambar/video tentang pesona Wonosobo. Penulis berencana membeli kamera untuk mengabadikan lokasi-lokasi cantik dan unik di Wonosobo dan semoga postingan-postingan selanjutnya sudah bisa di lengkapi foto.

Lintang Ayu wisata, wonosobo

Pengelolaan Sampah Menjadi Bermanfaat

Sosialisasi Upaya Pengelolaan Sampah menjadi lebih bermanfaat, sampah dalam benak kita merupakan sesuatu yang kotor, barang yang tidak berguna, bau dan sejenisnya,karena itu sampah selalu dibuang oleh pemiliknya, jika pembuangannya ke tempat yang benar jelas tidak menimbulkan dampak negatif, tapi sering kita jumpai sampah dibuang sembarangan, di jalan raya, sekitar pemukiman bahkan sungai.
Melihat masih belum di kelolanya sampah ini, PKK Kecamatan Kertek pada hari Rabu 29 Juli 2009, menggelar sosialisasi pengelolaan sampah. Kegiatan ini dibantu pihak Badan Lingkungan Hidup dan GOW Kabupaten Wonosobo.
Materi sosialisasi berupa teknik pengelolaan sampah organik dan non organik bahkan disertai praktek langsung sehingga memudahkan peserta.
peserta sebanyak 63 orang yang semuanya kader PKK Desa ini, sangat antusias, karena kondisi pengelolaan sampah di sekitar rumah mereka masih jauh dari yang diharapkan, baik dari sisi kesehatan maupun kemanfaatannya. dengan sistem pengelolaan sampah organik melalui alat composter, mereka akan mendapat pupuk organik yang nilai kualitas kandungan haranya cukup baik. disamping itu, bagi sampah-sampah non organik yang tidak dapat diurai oleh mikroba, nampaknya dapat didaur ulang menjadi berbagai kerajinan seperti pot dan vas bunga, tas, pernak-pernik serta cinderamata. tentunya setelah dirubah menjadi sesuatu yang menarik ini mampu memberikan nilai ekonomis.Dengan adanya sosialisasi Pengelolaan Sampah ini semoga berdampak positif terhadap lingkungan.
Sumber : http://kecamatankertek.blogspot.com/2009/07/sosialisasi-upaya-pengelolaan-sampah.html
Lintang Ayu Lingkungan, wonosobo

Peluang Usaha Menjadi Distributor Kaos Muslimah SIK CLOTHING

kaos muslimah

Mencari-cari peluang usaha di google, menemukan surat dari pedagang pakaian yang memberikan Peluang Usaha Menjadi Distributor Kaos Muslimah SIK CLOTHING ,isinya sebagai berikut :

Kepada Ykh.

Bapak/Ibu Calon Distributor

Di tempat


Assalamu’alaikum Warah matullahi wa barakatuh

Salam silaturahmi semoga Bapak/Ibu/Sdr/I dalam keadaan sehat wal’afiat serta dalam curahan rahmat dan ilndungan Alloh.

Melalui surat ini kami bermaksud untuk menyampaikan penawaran untuk menjadi distributor Kaos Muslimah SIK Clothing yang didesain lebih longgar, tidak ketat, lebih nyaman, tidak transparan dengan bahan yang lebih tebal namun tetap tidak gerah dipakai dengan harga yang terjangkau.


I. Langkah menjadi Distributor.

- Harga khusus distibutor diskon 25% dari harga konsumen (daftar harga terlampir)

- Melakukan pembelian pertama 20 potong. Cukup bermodalkan 975.000 dan keuntungan ± 325.000

- Untuk mendapatkan diskon yang sama (25%) pembelian selanjutnya dalam satu nota minimal 10 potong.

- barang yang dipesan tidak ada maka masuk dalam daftar tunggu

- Bila barang yang dipesan masih dalam masa tunggu, maka untuk menggenapi jumlah minimal pembelian disarankan untuk mengganti dengan barang yang lain.

- Resiko terbesar bisa ditanggulangi dengan kemudahan dalam meretur barang yang tidak laku dijual dengan (model/ukuran/warna) yang berbeda namun dengan harga yang sama

- Distributor tidak harus melakukan pembelian dalam setiap bulannya

- Barang dikirim sesuai dengan order yang diminta dan setelah proses kerjasama disepakati oleh kedua belah pihak.

- Ongkos kirim (ongkir) luar kota ditanggung distributor.

- Untuk paket distributor dilengkapi dengan fasilitas 2 katalog eksklusif dan 10 lembar brosur. Serta dipromosikan dalam melalui website ini.


II. Informasi Produk Lainnya

Selain kaos muslimah SiK Clothing kami juga menyediakan

- Pakaian muslim anak afina & Pakaian muslim anak zuhra

- Gamis sulam pita dan gamis rajut Dijee & gamis bordir mardha unik

- Gamis akhwat bilqis

- Jilbab akhwat dari bahan kaos serta kain brand aflaha; jilbab zuhra; jilbab karunia.


III. Cara Pembayaran

Pembayaran dapat dilakukan langsung atau transfer via Bank

a. Bank BRI No. Rekening : 0112-01-022639-50-5 an. ELLYS TRIANA SUKMAWATI

b. Bank Muamalat Shar-e No. Rekening : 6019239128729999 an. BORIMIN

Mohon kiranya Bapak/Ibu dapat menghubungi kami di Nomor HP. 081328063767 untuk mendapatkan penjelasan yang diperlukan guna berlangsungnya kerjasama.

Terima kasih atas perhatian, dan minat Bapak/Ibu untuk bekerja sama serta memberikan kepercayaan kepada kami dalam mensuplai produk-produk dimaksud.

Wassalamu’alaikum Warah matullahi wa barakatuh

Ummu ‘AISYAH

Sumber : http://sikclothingwonosobo.blogspot.com/2009/07/penawaran-menjadi-distributor-kaos.html

Sik Clothing Wonosobo beralamat di Jl Sidomulyo, Depan SD Muhammadiyah Wonosobo.


Lintang Ayu Peluang Usaha, wonosobo

Resep Mi Ongklok Wonosobo

mie ongklok

Bahan Mi Ongklok Wonosobo:

  • 750 ml kaldu daging

  • 3 sendok makan tepung kanji

  • 3 sendok makan kecap manis

  • 300 gram mi basah

  • 100 gram kol, iris kasar

  • 10 pohon kucai, iris halus

  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus:

  • 2 siung bawang putih

  • 1/4 sendok teh merica

  • 1/2 sendok teh garam

Cara membuat Mi Ongklok WOnosobo:

  1. Tumis bumbu halus sampai harum.

  2. Masukkan kaldu lalu kentalkan dengan air sagu.

  3. Biarkan mendidih. Angkat.

  4. Masukkan mi dan kol dalam saringan.

  5. Lalu rebus sambil diongklok atau dikocok sampai matang.

  6. Masukkan mi dan kol ke dalam mangkuk, siram dengan kuah.

  7. Taburkan kucai.
  8. Sajikan panas.
Yang sudah ngiler bila langsung dipraktekan Resep Mi Ongklok Wonosobo ini

catatan : Resep diatas untuk 6 porsi

Lintang Ayu Resep Masakan, wonosobo

Rute Menuju ke Kabupaten Wonosobo

Rute Menuju ke Kabupaten Wonosobo,siapa saja yang ingin datang ke Kotaku, kota sepi yang indah dan damai, Kota pengunungan yang ASRI, sialakn ikuti rute ke Kabupaten Wonosobo berikut.Dengan kondisi alam yang sedemikian rupa, satau-satunya jenis angkutan untuk menuju Wonosobo hanyalah angkutan darat. Dahulu pernah ada kereta api jurusan Purwokerto, sekarang hanya tinggal rel-nya. Meskipun demikian, transportasi ke dan dari Wonosobo relatif ramai. Transporatsi dari luar kota dapat anda pilih, bis atau jenis travel. Namun banyak juga yang mencarter taxi dari Semarang atau Yogyakarta.

Dari Semarang (Ibu kota Provinsi)

Di terminal antar kota Terboyo banyak terdapat bis yang melayani trayek Semarang - Purwokerto melalui Wonosobo. Jaraknya sekitar 120 km dan waktu tempuh kira-kira 3.5 jam. Rutenya adalah :

(Semarang-Ungaran-Bawen-Ambarawa) - (Secang-Temanggung-Parakan) - (Kertek-Wonosobo)

Dari Surakarta (Solo)

Walaupun tidak banyak bis langsung dari Solo ke Wonosobo namun ada beberapa perusahaan bis yang melayani trayek ini. Anda dapat mendapatkan bis tersebut di terminal Tirtonadi jurusan Solo-Purwokerto via Wonosobo. Jaraknya sekitar 180 km waktu tempuhnya kita-kira 6 jam. Jalurnya adalah :

(Solo-Kartasura) - (Boyolali-Ampel) - (Salatiga-Bawen- Ambarawa) - (Secang-Temanggung-Parakan) - (Kertek-Wonosobo)

Dari Magelang

Jalur dari Magelang ini merupapakan jalur ke Wonosobo yang ramai. Kira-kira sepuluh menit sekali ada bis yang datang dan pergi. Bis terakhir kira-kira jam 19.00 berangkat dari terminal antar kota Magelang. Jaraknya sekitar 65 km dengan waktu tempuh kira-kira 2 jam. Jalurnya adalah

(Magelang-Secang) - (Temanggung-Parakan) - (Kertek-Wonosobo)

Disamping itu, ada rute alternatif ke Wonosobo dari Magelang ini, terutama untuk mempersingkat jalan dari Borobudur-Wonosobo. Ada trayek micro bis langsung dari Magelang ke Wonosobo namun tidak sampai di kota Wonosobo, melainkan hanya sampai di Sapuran, salah satu Kecamatan di Wonosobo. Dari Sapuran ke Wonosobo jaraknya 18 km dan banyak sekali angkutan yang siap melayani anda. Jalur Borobudur-Wonosobo ini sering dijadikan alternatif travel Borobudur - Wonosobo.

Dari Purworejo

Jalur dari purworejo tidak terlalu ramai, baik ramainya kendaraan maupun pemukiman. Jalannya cukup baik namun berbelak-belok cukup tajam dan menanjak. Tidak ada bis besar yang melayani trayek ini, tetapi banyak micro bis yang beroperasi. Sejak terminal Purworejo pindah ke terminal baru, bis jurusan Wonosobo tidak masuk di terminal antar kota Purworejo. Micro bis jurusan Wonosobo biasanya mangkal di terminal lama atau di Purworejo Plaza. Jika anda dari arah Yogyakarta, silahkan turun di pertigaan Don Bosko, naik angkota dan turun di terminal lama atau di komplek Purworejo Plaza. Jarak Purworejo-Wonosobo sekitar 50 km dan waktu tempuh sekitar 2 jam. Jalurnya adalah :

(Purworejo-Loano) - (Kepil-Sapuran-Kalikajar-Kertek-Wonosobo)

Jika anda naik kendaraan pribadi, harap hati-hati sebab jalur ini walaupun agak sempit, banyak truk yang biasanya mengangkut kayu.

Dari Yogyakarta

Tidak ada trayek langsung dari Yogyakarta ke Wonosobo. Namun karena jalur Yogyakarta - Magelang - Semarang sangat ramai, dengan sendirinya dari Yogyakarta ke Wonosobo menjadi sangat mudah. Dari terminal Umbulharjo, atau dari terminal Jombor, naik bis jurusan Magelang dan turun di terminal antar kota Magelang, baru ke Wonosobo. Total jarak sekitar 120 km dan waktu tempuh kira-kira 3.5 jam. Jalurnya adalah :

(Yogyakarta-Sleman-Tempel) - (Muntilan-Magelang)

Selanjutnya ikuti jalur dari Magelang.

Dari Yogyakarta ke Wonosobo, disamping lewat Magelang, anda juga dapat lewat jalur Purworejo. Dari Terminal Umbulharjo atau Nggamping, naik bis jurusan Purworejo dan baru melanjutkan ke Wonosobo. Total jarak sekitar 120 km dengan waktu tempuh sekitar 3.5 jam. Rutenya adalah :

(Yogyakarta-Sentolo-Wates) - (Purworejo). Selanjutnya ikuti jalur dari Purworejo


Dari Purwokerto

Merupakan jalur yang ramai. Ada banyak bis yang melayani trayek ini. Untuk jalur ini, kira-kira setiap sepuluh menit ada bis yang datang dan pergi. Ada bis yang hanya melayani trayek Purwokerto-Wonosobo dan ada trayek Purwokerto-Semarang lewat Wonosobo. Anda bisa mendapatkan bis jurusan Wonosobo di terminal utama Purwokerto. Jaraknya sekitar 120 km dan waktu tempuh sekitar 3 jam. Jalurnya sebagai berikut:

(Purwokerto-Sokaraja) - (Purbalingga-Bukateja) - (Klampok-Banjarnegara) - (Selomerto-Wonosobo)

Dari Kebumen Meskipun masih langka, sebenarnya ada jalur langsung Wonosobo-Kebumen. Jalurnya berbelok-belok dan naik turun. Anda dapat mendapatkan bis jurusan Wonosobo-Kebumen di terminal antar kota Wonosobo namun hanya beberapa buah saja. Jaraknya sekitar 65 km dengan waktu tempuh sekitar 2.5 jam. Jalurnya sebagai berikut :

(Kebumen) - (Wadaslintang-Kaliwiro-Selomerto-Wonosobo)

Dari Jabodetabek

Trayek Jabotabek Wonosobo dilayani oleh banyak armada yang terdiri dari berbagai perusahaan oto bis. Anda bisa mendapatkan bis tersebut di terminal: Pl Gadung, Kp Rambutan, Bekasi, Lebak Bulus, Cimone, Merak dan Bogor. Dengan jarak 520 km, dari sekitar wilayah Jakarta, bis biasanya berangkat sekitar pukul 17 wib dan sampai di Wonosobo menjelang fajar.
Lintang Ayu wonosobo

Contoh Hasil Produk dari Kabupaten Wonosobo

Tepung beras

Terbuat dari beras yang telah di haluskan atau mengalami proses penggilingan

tepung beras

Keterangan Produk

Lokasi sentra :

1. Kecamatan Garung ( Desa Maron )

2. Kecamatan Sapuran ( Desa Sapuran )

3. Kecamatan Kepil ( Desa Ropoh )


Tepung Jagung

Berasal dari Jagung yang telah di haluskan atau mengalami proses penggilingan

tepung jagung

Keterangan Produk

Lokasi Sentra :

1. Kecamatan Watumalang ( Desa Binangun, Lumajang)

Tepung Ubi

Berasal dari ubi yang telah dihaluskan atau mengalami proses penggilingan

tepung ubi

Keterangan Produk

Lokasi sentra :

1. Kecamatan Watumalang ( Desa Gondang )

Tapioka

tepung yang berasal dari sari pati ubi yang telah mengalami penggilingan

Keterangan Produk

Lokasi Sentra :

- Kecamatan Garung ( Desa Menjer, Sitiharjo )

- Kecamatan Lekosono ( Desa Durensawit )

- Kecamatan Mojotengah ( Desa Deroduwur, Derongisor, Pungangan, Wonokromo )


Opak Ketan

Opak yang berasal ketan

Keterangan Produk

Sentra Lokasi :

- Kecamatan Mojotengah ( Desa Blederan )

- Kecamatan Selomerto ( Desa Karangrejo )

Lintang Ayu wonosobo

Internet Gratis di Wonosobo Free Hotspot Area

Free hotspot area yang berada di alun-alun Kota Wonosobo ada sejak 31 Desember 2007 lalu seiring dengan dibukanya kembali akses masyarakat Wonosobo ke Alun-alun setelah direnovasi . Bekerjasama dengan SMK Informatika, SMP 1 Wonosobo dan Brownies Net, serta didukung oleh SMP 1 Wonosobo dan SMP 2 Selomerto free hotspot area di alun-alun Wonosobo aksesnya lumayan cepat lho... Bagi yang punya laptop mungkin sudah tak perlu lagi susah-susah pergi ke warnet untuk mengakses internet.

Cukup nongkrong di alun-alun, Bisa internetan gratis, bisa cuci mata tiap saat, tempat jajan di sekitar alun-alun juga nggak kalah enak lho...


Banyak sekali keuntungan yang bisa didapat dari semua ini, namun negatifnya juga nggak sedikit lho! Jadi manfaatkan area hotspot di alun-alun ini dengan sebaik-baiknya ya...
Jadikan tempat tinggal kita ini semakin maju dengan adanya fasilitas-fasilitas yang sudah disediakan ini...
Lintang Ayu Gratis, wonosobo